Alright guys, now kita lanjut lagi pembahasan kita yang tentang Pacaran Beda Agama Bagian kedua.
Common Strength
Menurut gue ini salah satu alasan utama, kenapa just a good man is not enough. Guys, suka nggak suka, ngaku nggak ngaku, sadar nggak sadar, kita itu hodup di dunia yang penuh dosa, di dunia yang nggak adil.
Sebagai anak Tuhan, kita tidak kebal terhadap penderitaan. Tuhan Yesus nggak pernah menjamin, kita nggak akan mengalami PHK, nggak akan kena kanker, nggak akan mengalami sakitnya ditinggal mati orang-orang yang kita kasihi... Tuhan nggak akan pernah janjiin itu.
Kita bisa kena kanker, suami kita bisa kehilangan pekerjaan, anak kita bisa sakit bahkan mungkin meninggal dalam kecelakaan, usaha kita bisa bangkrut. All of this can happen.
Oh, tentu saja gue percaya pada pemeliharaan Tuhan, tapi ingatkah kita akan cerita Ayub? Dimana Tuhan sendiri yang mengizinkan semua percobaan itu terjadi dalam hidupnya... ( tentu saja Tuhan mengizinkan itu terjadi karena Tuhan ingin mengasah karakter Ayub dan memberkati Ayub lebih luar biasa lagi. But when all that disaster happen, ayub didn't understand... ayub menderita!)
We'll never know what will happen, We'll never know.
Gue inget bulan kemarn, gue cerita ama suami gue, tentang seorang temen yang anaknya terkena autis. And gimana perjuangan mereka suami istri mendampingi anaknya sampai anaknya bisa mengalami kemajuan yang luar biasa. Bener-bener praise God. Kalian tahu apa yang dikatakan suami gue?
"Well, you know, this also can happen to us... tapi jangan kuatir. Kalo itu terjadi, we'll face it together."
And gue senyum trus bilang, "Yup, we'll face it together with God.":D Tidakkah itu melegakan guys? Tahu bahwa anything can happen, but we don't need to worry, cos we have powerful God! And we have each other... Apapun yang terjadi, kita sama-sama tahu, kita bisa datang ke tahta Ksih Karunia Bapa dan memohon kekuatan dari Bapa. Sebagai manusia, kita bisa ambruk, bisa nggak kuat, tapi Bapa kita yang berjanji akan menguatkan kita.
Tapi apa jadinya kalo kita tidak punya common strength!
Cowok sebaik apapun, hanya manusia biasa. Ketika badai kehidupan mulai menerjang, yang kita butuhkan bukan cowok yang baik tapi cowok yang tahu kemana dia bisa mendapatkan kekuatan Illahi untuk menopang dirinya dan menopang keluarganya... Ketika masalah dateng, kita nggak butuh cowok yang baik, tapi kita butuh cowok yang bersandar pada Tuhan, cowok yang baik bisa ambruk ketika masalah silih berganti, tapi cowok yang bersandar pada Tuhan justru akan bangkit seperti rajawali ketika masalah datang.
Yes 40:30-31 "Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah."
That's why only a good man is not enough. We need a godly man to build a godly marriage. waktu gue married, gue kutip one of ma fave poem di undangan dan di liturgi. Marriage takes three to be complete. (By: Beth Stuckwisch) It's not enough for two meet, they must be united in love by love's Creator, God above. Then their love will be firm and strong; able to last when things go wrong. Because they've felt God's love and know He's always there, He'll never go. And in that love they've found the way, to love each other everyday. A marriage that follows God's plan takes more than a woman and a man.
It needs a oneness that can be only from Christ. Marriage takes three Yup, gue setuju banget. Hanya dengan tangan Tuhan, our love will be firm and strong, able to last when things go wrong!
Banyak hal di dunia ini bisa terjadi. And hanya dengan kasih karunia Tuhan dan iman bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan, kita bisa maju terus, bisa terbang dan bukannya terpuruk ketika badai itu datang.
That's why once again.. a good man is not enough
Seorang temen gue, Shinta yang nulis Mencari Ayah Yang Baik Bagi Anak-Anakku, bilang begini, "A godly man is an imperfect man that worships the perfect God... and it's the perfect God who will mold and shape him to be more and more like Jesus."
Gue stuju 1000% ama statement di atas. Cowok yang godly (bukan sekedar Kristen, sekedar pelayanan tapi bener-bener cowk yang takut akan Tuhan), itu bukan cowok yang sempurna, karena suami gue mengasihi Tuhan yang sempurna maka Tuhan Sendiri yang akan turun tangan dan memebentuk dia untuk menjadi seperti Yesus. Bukan kita, para wanita, para istri yang bisa mengubah dia, cuma Tuhan yang bisa.
And alasan terakhir guys, I want you to look into God's heart when He gave that command to us.
Salah satu alasan kita menolak untuk taat pada perintah Tuhan adalah karena kita nggak mengerti hatiNya. Kita pikir Tuhan itu mau bikin kita repot . Kita pikir Tuhan itu seneng kalo kita nggak seneng. Kita pikir Tuhan itu "JAHAT", (oh tentu saja kita nggak terang-terangan bilang Tuhan yang jahat, tapi ketika kita mempertanyakan perintahnya, sebenarnya kita meragukan bahwa Tuhan itu BAIK dan karena Tuhan itu BAIK maka semua perintahNya itu untuk KEBAIKAN juga).
Oke, bayangkan guys kalian pergi lagi ikut hiking di suatu hutan. Nah ketika jalan melewati satu jalan setapak ternyata di ujung jalan setapak itu, kalian ngeliat ada lobang besar penuh ular disitu. HIII.... gue paling takut sama ular >.< Apa yang kalian lakukan? Kalian pasti buru-buru balik, and ketika ada temen-temen laen yang mau ke jalan itu, kalian pasti bilang,"JANGAAAANNNN ke situ. Di ujung sono ada lubang penuh ular bow!!"
Keika kalian "melarang" temen-temen kalian buat ke sono, eh temen baek kalian malah nggak percaya, dia malah ngetawain kalian and bilang kalian lebay >.< what will you feel guys?
Kesel karena nggak dipercaya... Kesel karena malah diketawain. And yang sangat mungkin sedih... yah sedih. Because your own bestfriend nggak percaya sama kalian, karena sahabat kalian sendiri ngga percaya kalo larangan kalian itu untuk kebaikan dia.
Kira-kira begitulah hatiNya Tuhan...Semua larangan di Alkitab itu Tuhan berikan karena Ia tahu, di ujung jalan yang sepertinya nikmat, baik, bagus, ada lubang penuh luar. Ada tangisan, ada ratapan, ada rintihan...
Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut (Amsal 14:12)
Gue stuju 1000% ama statement di atas. Cowok yang godly (bukan sekedar Kristen, sekedar pelayanan tapi bener-bener cowk yang takut akan Tuhan), itu bukan cowok yang sempurna, karena suami gue mengasihi Tuhan yang sempurna maka Tuhan Sendiri yang akan turun tangan dan memebentuk dia untuk menjadi seperti Yesus. Bukan kita, para wanita, para istri yang bisa mengubah dia, cuma Tuhan yang bisa.
And alasan terakhir guys, I want you to look into God's heart when He gave that command to us.
Salah satu alasan kita menolak untuk taat pada perintah Tuhan adalah karena kita nggak mengerti hatiNya. Kita pikir Tuhan itu mau bikin kita repot . Kita pikir Tuhan itu seneng kalo kita nggak seneng. Kita pikir Tuhan itu "JAHAT", (oh tentu saja kita nggak terang-terangan bilang Tuhan yang jahat, tapi ketika kita mempertanyakan perintahnya, sebenarnya kita meragukan bahwa Tuhan itu BAIK dan karena Tuhan itu BAIK maka semua perintahNya itu untuk KEBAIKAN juga).
Oke, bayangkan guys kalian pergi lagi ikut hiking di suatu hutan. Nah ketika jalan melewati satu jalan setapak ternyata di ujung jalan setapak itu, kalian ngeliat ada lobang besar penuh ular disitu. HIII.... gue paling takut sama ular >.< Apa yang kalian lakukan? Kalian pasti buru-buru balik, and ketika ada temen-temen laen yang mau ke jalan itu, kalian pasti bilang,"JANGAAAANNNN ke situ. Di ujung sono ada lubang penuh ular bow!!"
Keika kalian "melarang" temen-temen kalian buat ke sono, eh temen baek kalian malah nggak percaya, dia malah ngetawain kalian and bilang kalian lebay >.< what will you feel guys?
Kesel karena nggak dipercaya... Kesel karena malah diketawain. And yang sangat mungkin sedih... yah sedih. Because your own bestfriend nggak percaya sama kalian, karena sahabat kalian sendiri ngga percaya kalo larangan kalian itu untuk kebaikan dia.
Kira-kira begitulah hatiNya Tuhan...Semua larangan di Alkitab itu Tuhan berikan karena Ia tahu, di ujung jalan yang sepertinya nikmat, baik, bagus, ada lubang penuh luar. Ada tangisan, ada ratapan, ada rintihan...
Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut (Amsal 14:12)

0 comments:
Post a Comment